Bacalah naskah drama berikut, kemudian tentukan unsur-unsur pembangun drama:
1. Tema
2. Tokoh dan perannya
3. Alur drama
a. Eksposisi (pendahuluan)
b. Komplikasi (permasalahan)
c. Klimaks (puncak permasalahan)
d. Resolusi (penyelesaian)
e. Konklusi (kesimpulan)
4. Amanat
Drama Sebabak
JAKARTA1998
KaryaAgus ley-loor
PELAKU
Pak De Juminganlaki-laki usia 60 tahun Mantan pasukan Seroja
Mutiyah gadis usia 17 tahun Anakpak De
Mak KuatJandausia 55 tahun Pengumpul barang bekas.
Pungkas anak mak Kuat usia 18 tahun Pelajar SMU
Bendotpemudausia21
tahun Pengamen Jalanan
Mahasiswa reformis I
Mahasiswa Reformis II
SUASANA PAGI HARI PADA SEBUAH PERKAMPUNGAN
MISKIN DI PINGGIRAN IBUKOTAJAKARTA1998. DI SEBELAH KANAN PANGGUNG
BERDIRI RUMAH SEDERHANA NAMUN BERSIH MILIK PAK DE JUMINGAN, SEDANG DI SEBELAH
KIRI RUMAH SANGAT SEDERHANA MILIK MAK KUAT DAN DI SEKITAR RUMAH ITU BANYAK
TUMPUKAN BARANG BEKAS DAN SEPEDA BUTUT MILIK PUNGKAS.
KETIKA LAYAR DIBUKA NAMPAKPAK-DE SEDANG BERUSAHA MENGHIDUPKAN
MESIN MOTORNYA YANG SEJAK TADI TIDAK BISA HIDUP. SEMENTARA DISEBELAH KIRI
PANGGUNG PUNGKAS SEDANG MEMBANTU EMAKNYA MENATA BARANG-BARANG BEKAS…
(O.S.) DARI JAUH TERDENGAR SAYUP-SAYUP
SAMPAI LAGU MAJU TAK GENTAR CIPTAAN C. SIMANJUNTAK YANG DINYANYIKAN OLEH
BERIBU-RIBU MANUSIA.
PAK-DE( Sambil dengan kesibukanya
masing-masing)
Kalau saya mendengar lagu Maju Tak Gentar
seperti tadi Le, hemm…..Rasanya menggelegak darah dalam dadaku.
Pilihlah salah satu lagu di bawah ini! Kemudian cobalah analisis lagu dengan bahasa sendiri, mengenai keindahan lirik, maksud lagu dan manfaatnya bagi pendengar!
Fahri
bin Abdillah adalah pelajar Indonesia
yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berteman dengan panas dan
debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup.
Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Belajar di Mesir, membuat
Fahri dapat mengenal Maria, Nurul, Noura, dan Aisha.
Maria Grigis adalah tetangga satu flat Fahri,
yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri.
Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayangnya, cinta Maria hanya tercurah
dalam diary saja.
Sementara Nurul adalah anak seorang kyai
terkenal, yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati
pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani
membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul
pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.
Sedangkan Noura adalah tetangga Fahri, yang
selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin
menolongnya. Hanya empati saja. Tidak lebih! Namun Noura yang mengharap lebih.
Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri
memperkosanya.
Dan yang terakhir adalah Aisha. Si mata indah
yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam
dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak
bisa membohongi hatinya.
Lantas, siapakah yang nantinya akan dipilih
Fahri? Siapakan yang akan dipersunting oleh Fahri? Siapakah yang dapat
mencintai Fahri dengan tulus? Mari kita cari jawabannya dari sinopsis
“Ayat-Ayat Cinta” berikut.
Fahri sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu
Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kotaCairo,
untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh
Utsman, seorang syaikh yang cukup tersohor di Mesir.
Dengan menaiki metro, Fahri berharap ia akan
sampai tepat waktu di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq. Di metro itulah ia bertemu
dengan Aisha. Aisha yang saat itu dicacimaki dan diumpat oleh orang-orang Mesir
karena memberikan tempat duduknya pada seorang nenek berkewarganegaraan
Amerika, ditolong oleh Fahri. Pertolongan tulus Fahri memberikan kesan yang
berarti pada Aisha. Mereka pun berkenalan. Dan ternyata Aisha bukanlah gadis
Mesir, melainkan gadis Jerman yang juga tengah menuntut ilmu di mesir.
Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat
orang temannya yang juga berasal drai Indonesia. Mereka adalah Siful,
Rudi, Hamdi, dan Misbah. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai
dua lantai, dimana lantai dasar menjadi temapt tinggal Fahri dan empat
temannya, sedangkan yang lanai atas ditemapati oleh keluarga Kristen Koptik
yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros,
Madame Nahed dan dua oranga nak mereka, taitu Maria dan Yousef.
Walau keyakinan dan aqiqah mereka berbeda, tapi
antara keluarga Fahri dan Tuan Boutros terjalin hubungan yang sangat baik.
Terlebih Fahri dan Maria berteman begitu akarab. Fahri menyebut Maria sebagai
gadis koptik yang aneh. Bagaimana tidak, Maria mampu menghafal surat
Al-Maidah dan surat
Maryam.
Selain bertetangga dengan keluarga Tuan Boutros,
Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perrangainya berbanding
seratusdelapan puluh derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini
bernama Bahadur. Istrinya bernama madame Syaima dan anak-anaknya bernama Mona,
Suzanna, dan Noura.
Bahadur, madame Syaima, Mona, dan Suzanna sering
menyiksa noura karena rupa serta warna rambut Noura yang berbeda dengan mereka.
Noura berkulit putih dan berambut pirang. Ya, nasib Noura memang malang.
Suatu malam Noura diusir Bahadur dari rumah.
Noura diseret ke jalan sembari dicambuk. Tangisannya memilukan. Fahri tidak
tega melihat Noura diperlakukan demikian oleh Bahadur. Ia meminta Maria melalui
sms untuk menolong Noura. Fahri tidak bisa menolong Noura secara langsung
karena Noura bukan muhrimnya. Maria pun bersedia menolong Noura malam itu. Ia
membawa Noura ke flatnya.
Fahri dan Maria berusaha mencari tahu siapa
keluarga Noura sebenarnya. Mereka yakin Noura bukanlah anak Bahadur dan madame
Syaima.
Dan benar. Noura bukan anak mereka. Noura yang malang itu akhirnya bisa
berkumpul bersama orang-orang yang menyayanginya. Ia sangat berterima kasih
pada Fahri dan Maria.
Sementara itu, Aisha tidak dapat melupakan pemuda
yang baik hati mau menolongnya di metro saat itu. Aisha rupanya jatuh hati pada
Fahri. Ia meminta pamannya Eqbal untuk menjodohkannya dengan Fahri. Kebetulan,
paman Eqbal mengenal Fahri dan Syaik Utsman. Melalui bantuan Syaik Utsman,
Fahri pun bersedia untuk menikah dengan Aisha.