Kamis, 16 Februari 2012

Belajar Drama


Bacalah naskah drama berikut, kemudian tentukan unsur-unsur pembangun drama:
1. Tema
2. Tokoh dan perannya
3. Alur drama
   a. Eksposisi (pendahuluan)
   b. Komplikasi (permasalahan)
   c. Klimaks (puncak permasalahan)
   d. Resolusi (penyelesaian)
   e. Konklusi (kesimpulan)
4. Amanat



Drama Sebabak
JAKARTA 1998
Karya Agus ley-loor
 
PELAKU

Pak De Jumingan laki-laki usia 60 tahun            Mantan pasukan Seroja

Mutiyah gadis usia 17 tahun                              Anak pak De

Mak Kuat Janda usia 55 tahun                         Pengumpul barang bekas.

Pungkas anak mak Kuat usia 18 tahun             Pelajar SMU

Bendot pemuda usia 21 tahun                          Pengamen Jalanan

Mahasiswa reformis I

Mahasiswa Reformis II

 

SUASANA PAGI HARI PADA SEBUAH PERKAMPUNGAN MISKIN DI PINGGIRAN IBU KOTA JAKARTA 1998. DI SEBELAH KANAN PANGGUNG BERDIRI RUMAH SEDERHANA NAMUN BERSIH MILIK PAK DE JUMINGAN, SEDANG DI SEBELAH KIRI RUMAH SANGAT SEDERHANA MILIK MAK KUAT DAN DI SEKITAR RUMAH ITU BANYAK TUMPUKAN BARANG BEKAS DAN SEPEDA BUTUT MILIK PUNGKAS.

KETIKA LAYAR DIBUKA NAMPAK PAK-DE SEDANG BERUSAHA MENGHIDUPKAN MESIN MOTORNYA YANG SEJAK TADI TIDAK BISA HIDUP. SEMENTARA DISEBELAH KIRI PANGGUNG PUNGKAS SEDANG MEMBANTU EMAKNYA MENATA BARANG-BARANG BEKAS…
(O.S.) DARI JAUH TERDENGAR SAYUP-SAYUP SAMPAI LAGU MAJU TAK GENTAR CIPTAAN C. SIMANJUNTAK YANG DINYANYIKAN OLEH BERIBU-RIBU MANUSIA.

PAK- DE  ( Sambil dengan kesibukanya masing-masing )
Kalau saya mendengar lagu Maju Tak Gentar seperti tadi Le, hemm…..Rasanya menggelegak darah dalam dadaku.

PUNGKAS  
Kenapa De?

Rabu, 08 Februari 2012

Mendengarkan Lagu



Pilihlah salah satu lagu di bawah ini! Kemudian cobalah analisis lagu dengan bahasa sendiri, mengenai keindahan lirik, maksud lagu dan manfaatnya bagi pendengar!


Kla Project - Yogyakarta
Download lagu di sini

Katon B - Negeri Di Awan

Download lagu di sini

Lakukan juga pada lagu-lagu kesukaanmu!
Selamat mendengarkan musik!

Rabu, 01 Februari 2012

Ayo Belajar Menulis Resensi

Bacalah novel berikut:
Download Novel Ayat-Ayat Cinta



Kemudian perhatikan contoh resensi berikut:



“Mencintai-Nya Menuntunku Pada Cintamu”

Judul : Ayat-Ayat Cinta
Pengarang : Habiburrahman El-Shirazy
Tebal Buku : 411 halaman
Diresensi oleh : Shelvi Novianita

SINOPSIS
 Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berteman dengan panas dan debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Belajar di Mesir, membuat Fahri dapat mengenal Maria, Nurul, Noura, dan Aisha.
Maria Grigis adalah tetangga satu flat Fahri, yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayangnya, cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.
Sementara Nurul adalah anak seorang kyai terkenal, yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.
Sedangkan Noura adalah tetangga Fahri, yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Hanya empati saja. Tidak lebih! Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.
Dan yang terakhir adalah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.
Lantas, siapakah yang nantinya akan dipilih Fahri? Siapakan yang akan dipersunting oleh Fahri? Siapakah yang dapat mencintai Fahri dengan tulus? Mari kita cari jawabannya dari sinopsis “Ayat-Ayat Cinta” berikut.
Fahri sedang dalam perjalanan menuju Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terletak di Shubra El-Kaima, ujung utara kota Cairo, untuk talaqqi (belajar secara face to face pada seorang syaikh) pada Syaikh Utsman, seorang syaikh yang cukup tersohor di Mesir.
Dengan menaiki metro, Fahri berharap ia akan sampai tepat waktu di Masjid Abu Bakar As-Shiddiq. Di metro itulah ia bertemu dengan Aisha. Aisha yang saat itu dicacimaki dan diumpat oleh orang-orang Mesir karena memberikan tempat duduknya pada seorang nenek berkewarganegaraan Amerika, ditolong oleh Fahri. Pertolongan tulus Fahri memberikan kesan yang berarti pada Aisha. Mereka pun berkenalan. Dan ternyata Aisha bukanlah gadis Mesir, melainkan gadis Jerman yang juga tengah menuntut ilmu di mesir.
Di Mesir Fahri tinggal bersama dengan keempat orang temannya yang juga berasal drai Indonesia. Mereka adalah Siful, Rudi, Hamdi, dan Misbah. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana yang mempunyai dua lantai, dimana lantai dasar menjadi temapt tinggal Fahri dan empat temannya, sedangkan yang lanai atas ditemapati oleh keluarga Kristen Koptik yang sekaligus menjadi tetangga mereka. Keluarga ini terdiri dari Tuan Boutros, Madame Nahed dan dua oranga nak mereka, taitu Maria dan Yousef.
Walau keyakinan dan aqiqah mereka berbeda, tapi antara keluarga Fahri dan Tuan Boutros terjalin hubungan yang sangat baik. Terlebih Fahri dan Maria berteman begitu akarab. Fahri menyebut Maria sebagai gadis koptik yang aneh. Bagaimana tidak, Maria mampu menghafal surat Al-Maidah dan surat Maryam.
Selain bertetangga dengan keluarga Tuan Boutros, Fahri juga mempunyai tetangga lain berkulit hitam yang perrangainya berbanding seratusdelapan puluh derajat dengan keluarga Boutros. Kepala keluarga ini bernama Bahadur. Istrinya bernama madame Syaima dan anak-anaknya bernama Mona, Suzanna, dan Noura.
Bahadur, madame Syaima, Mona, dan Suzanna sering menyiksa noura karena rupa serta warna rambut Noura yang berbeda dengan mereka. Noura berkulit putih dan berambut pirang. Ya, nasib Noura memang malang.
Suatu malam Noura diusir Bahadur dari rumah. Noura diseret ke jalan sembari dicambuk. Tangisannya memilukan. Fahri tidak tega melihat Noura diperlakukan demikian oleh Bahadur. Ia meminta Maria melalui sms untuk menolong Noura. Fahri tidak bisa menolong Noura secara langsung karena Noura bukan muhrimnya. Maria pun bersedia menolong Noura malam itu. Ia membawa Noura ke flatnya.
Fahri dan Maria berusaha mencari tahu siapa keluarga Noura sebenarnya. Mereka yakin Noura bukanlah anak Bahadur dan madame Syaima.
Dan benar. Noura bukan anak mereka. Noura yang malang itu akhirnya bisa berkumpul bersama orang-orang yang menyayanginya. Ia sangat berterima kasih pada Fahri dan Maria.
Sementara itu, Aisha tidak dapat melupakan pemuda yang baik hati mau menolongnya di metro saat itu. Aisha rupanya jatuh hati pada Fahri. Ia meminta pamannya Eqbal untuk menjodohkannya dengan Fahri. Kebetulan, paman Eqbal mengenal Fahri dan Syaik Utsman. Melalui bantuan Syaik Utsman, Fahri pun bersedia untuk menikah dengan Aisha.